***

12/30/2011

Catatan Akhir Tahun 2011; GAZA tidak memerlukanmu...

Mengenai catatan akhir tahun yang sebenarnya, mungkin sudah banyak yang membuat postingan tentang itu, silahkan dicari sendiri. Saya hanya teringat tulisan yang kubaca tahun 2010 silam, yang mudah-mudahan masih valid dengan situasi kita saat ini ;


Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.

Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlahalasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dandatangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalamkafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti,sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.

Ada banyak cara untuk melewatkan waktu -banyak di antara kami yang membacaAl-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. BeyzaAkturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta MuslimahTurki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr UsamaAl-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkatdan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.

Wartawan sibuk sendiri, para aktivis -terutama veteran perjalanan-perjalananke Gaza sebelumnya- mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruangmedia sambil menyatakan bahwa dia "tangan kanan" seorang politisiInggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza.

Activism

Ada begitu banyak activism, heroism. Bahkan ada seorang peserta kafilahyangmengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan "Heroes ofIslam" alias "Para Pahlawan Islam." Di sinilah terasa sungguhbetapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena AllahTa'ala.

Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuankhusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta laintidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen ataupengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besarterhadap Gaza.

Kalau dibiarkan riya akan menyelusup, na'udzubillahi min dzaalik, dan semuakerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yangterhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumberamarah Allah Ta'ala.

Mengerem

Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaanmenyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagikuuntuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi? Untukapa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dariketidakikhlasan dan riya? Kau pernah berada dalam situasi ketika orangmenganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuahpenerbitan? And where did that lead you? Had that situation led you to Allah,to Allah's blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah'sanger and displeasure?

...Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini,Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisidunia di sini...

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini,Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisidunia di sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorangMuslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibukmembantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam padawaktunya. Dari para ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa priaikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlahperokok ndableg.

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini,Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yangpetantang-petenteng karena ketenaran mereka.

Semua berteriak, "Untuk Gaza!" namun siapakah di antara merekayang teriakannya memenangkan ridha Allah? Hanya Allah yang tahu.

Gaza Tak Butuh Aku

Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidakmembutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.

Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gazahanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguhmudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha.Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.

...Gaza tidak membutuhkan aku. Akulah yang butuh berada di sini, suamikuDzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkannama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak menolong agamaNya.Menolong membebaskan Al-Quds....

Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh beradadi sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftarhamba-hambaNya yang bergerak -betapa pun sedikitnya- menolong agamaNya.Menolong membebaskan Al-Quds.

Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha.Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza!

Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruanhati.

Cara Allah Mengingatkan

Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya caraterbaik untuk mengingatkan aku.

...Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya caraterbaik untuk mengingatkan aku...

Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya - karena takmungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah danbau asemnya tubuhku.

Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikandengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karenaada dua potongan kuning coklaaat menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan?Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu,alangkah tak bertanggung-jawabnya aku rasanya? Kalau aku mengajarkan kepadaanak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fiisabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarangwaktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?

Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu ndablegbertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan airsebanyak mungkin -sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua pesertakafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air- lalu kusiramkan ke toilet.

Masih ndableg.

Kucoba lagi menyiram.

Masih ndableg.

Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri.

Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush.Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubangtoilet.

Blus!

Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana.

Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaikmungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa takbersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.

...sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bilakulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hinadaripada mendorong kotoran ndableg tadi...

Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi -agar aku berendah-hati, agaraku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku,bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hinadaripada mendorong kotoran ndableg tadi.

Allahumaj'alni minat tawwabiin

Allahumaj'alni minal mutatahirin

Allahumaj'alni min ibadikassalihin


29 Mei 2010, 22:20

Santi Soekanto

Ibu rumah tangga dan wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla toGaza Mei 2010


Source : Voice Al Islam


***

12/21/2011

Ibumu.. Ibumu..Ibumu.. Lalu, Ayahmu


Dalam sebuah ceramahnya, seorang Ustadz berkata : 


Hadirin, pernah seorang lelaki datang menemui Rasulullah 

shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya:

 

“Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku layani 

dengan sebaik-baiknya?”

 

Baginda menjawab: “Ibu kamu.”

 

Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?”

 

Baginda menjawab: “Ibu kamu.”

 

Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa lagi?”

 

Baginda menjawab: “Ibu kamu.”

 

Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa lagi?”

 

Baginda menjawab: “Ayah kamu"


Kemudian, pak ustadz bertanya kepada jemaah yang hadir :


Jadi, berapa kali Ibu disebut ? 

" Tigaaa..."

Lalu, berapa kali bapak disebut? " 

" Satuuu .." 



Berarti Bapak satu, Ibu ; TIGA ! " 


^_^  .


...


 Maaf, sbnrnya sy cm m posting : 

Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku! Ampunilah dosaku, dan dosa ibu bapakku, serta kasihilah mereka keduanya, 

sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil.”

Allohumma,amiin !



 

12/18/2011

Dai Muda Pilihan - ANTV




Dai Muda Pilihan- ANTV. Acara yang mula-mula kuacuhkan (apatis) karena imej yang kudapatkan dari acara sebelumnya- PILDACIL- yang seringkali tidak menempatkan mereka pada posisinya, melainkan dinasehati dan diarahkan layaknya orang dewasa.

Ternyata yang ini lain. Peserta tak hanya dinilai dari penampilannya diatas podium dan volling SMS, tapi juga kualifikasi dari prilakunya selama berada di Majlis Ta'lim ( karantina), maupun keaktifannya ketika ditugaskan ke lapangan.
Hal ini jelas terlihat dalam episode Minggu, 19 Desember 2011, dua peserta yang banyak disukai pemirsa; M. Irfan ( Mahasiswa Al Azhar - Volling urutan 3 ) dan Sherly Annavita ( salah satu Duta Indosian tour di Filipina - 2010, juara 3 Pidato Bahasa Jepang se-propinsi Aceh, dan Juara 1 Pidato Bahasa Inggris- Indonesia se-propinsi Aceh), akhirnya harus turun mimbar karena Dewan Juri memilih untuk menyelamatkan yang lain.

Dibalik semua itu,, sungguh yan paling berkesan bagiku adalah ketika mereka di tugaskan memberi 'ceramah lapangan'.
Tak tanggung-tanggung tempat yang mereka diutus;

- Tempat mangkal bencong ( Nizam, Ambia,& Azhari. Nizam berhasil menyadarkan salah seorang dari mereka &
mencarikannya pekerjaan lain. ),
- Para rentenir ( Ambia & Kasif. Salah seorang menerima saran Kasif, bahkan memeluknya )
- Panti Jompo ( Sherly, Mursyida, Maya )
- Arena sabung Ayam ( Azhari & Nizam )
- Mall - nyeramahin anak SMA yang lagi gandengan tangan ( Agus, Hizbulloh, Fadil, & Azhari. Hampir saja Hizbulloh ditonjok
sang cowok, sdg sang cewek berkata :
" Lu, tuh klo m ceramah di Mesjid sana, jangan disini "
" Iya, mbak.. tp kan sayanya kan lagi disini, gk di mesjid. " Seru Agus )
- Pasar tempat penjual marus / darah yang dikeringkan lalu dijual ( Mursyida, Mega Merry, & Tsani )
- Melihat proses pembuatan produk di sebuah perusahaan dalam rangka sosialisasi' Halal dan haram dalam makanan '
( Sherly, Syifa, & Maya )
- Tak semua berlangsung tegang, ada saja hal-hal lucu sprti yg menimpa Azhari & Nizam saat berkelit dengan para bencong,
dan Syifa saat menyapa seseorang " Maaf, Mbak.. sebenarnya punya keinginan gk untuk mengenakan hijab ?"
" Oh, maaf, saya kan non muslim ! " .. bletakkk .. :D

dan lain-lainnya.

Sebuah bentuk KLARIFIKASI pada masyarakat bahwa definisi dakwah itu tak hanya sekedar diatas mimbar semata, tapi juga menuntut tindakan nyata ( dakwah bil hal)..sekaligus TERAPI KEJUT bagi setiap para penceramah yang sering menghias layar-layar kaca maupun majlis-majlis ilmu di masyarakat. Suatu hal yang tentunya lebih bernilai dari postingan nasehat di fb, twitter, blog, bahkan ..maaf.. MP sekalipun.

Di tengah tuntutan industri media yang cenderung konsumeris dan kapitalis, acara seperti ini benar- benar bagai sebuah OASE di tengah gurun. Semoga acara bermutu serupa bermunculan lebih banyak lagi.

Terima kasih ANTV, & maju terus para Dai Muda ku.
Allohu akbar !

12/17/2011

Halal dan Haram di Era Modern

Cuplikan acara Dai Muda Pilihan - ANTV, 17 Desember 2011







HALAL DAN HARAM DI ERA MODERN


Dalam sektor hiburan :

Dasar hukum dari hiburan adalah mubah sepanjang  tidak melanggar aturan syara. Malah seorang sahabat pernah berpesan;

“ Bagilah waktumu menjadi empat  bagian; Untuk beribadah, bekerja, Silaturahmi, dan berhibur” .

Ada 3 syarat agar sebuah hiburan diperbolehkan

Pertama, tidak melanggar norma kesopanan

Kedua, tidak melalaikan

Ketiga, tidak mengarah kepada Zina

Hal ini sejalan dengan sebuah syair dari Grup Raihan yang berbunyi :

“ Berhibur tiada salahnya karena hiburan itu indah, hanya apbl salah memilihnya membuat kita jadi bersalah “

( Penceramah 1, Sherly Annavita- Aceh )


Dalam sektor pemerintahan :

Bila dalam Sinchan ada yang namanya Pahlawan Bertopeng, maka di parlemen kita pun ada yang namanya Penjahat bertopeng. Disebut demikian karena mereka sulit dikenali, dan bekas tindakannya pun sulit dilacak. Mereka itulah para pelaku suap dan korupsi. Pdhl, Nabi Saw bersabda :

“ Arrosyi wal murtasyi finnaar.. pelaku suap dan yang disuap, dua-duanya masuk neraka ! “

Makna arrosyii disini bermacam variabelnya; pelaku terkait, panitia anggaran, aparat Hukum, LSM, Auditor, bahkan Advokatnya sekalipun jika yang ia bela jelas-jelas bersalah.

Inilah yang membuat negara ini sulit maju, anggaran yang sedianya ditujukan bagi pertumbuhan ekonomi dan sektor-skctor kerakyatan, di ‘sunat’ di jalan bahkan raib entah kemana. Pdhl Nabi Saw bersabda :

“ Apabila Zina & riba telah merajalela di suatu negeri, maka telah halal atas mereka datangnya Azab Alloh “

Bandingkan dengan apa yang dilakukan pemerintah Jepang terhadap rakyatnya, khususnya di daerah Fukuoka. Disana pemerintah menerapakan motto ‘ ONE VILLAGE ONE PRODUCT’ untuk  merangsang rakyatnya berkompetisi. Bahkan mereka turun untuk membina, dan ikut mencicipi saat panen pertama mereka tiba.

( Penceramah 2, Maya Rahmatina – Banjarmasin )

 

Dalam makanan :

Isu yang paling utama dalam hal ini adalah hewan yang bernama Babi. Secara alamiah babi ditakdirkan tidak memiliki leher yang jelas, ini mengisyaratkan ia sebagai hewan yang tak halal disembelih. Yang lebih ditekankan, adalah cara hidup mereka yang kotor sekeras apa pun anda membuat mereka bersih. Bahkan mereka tak segan makan kotoran tetangganya, bahkan kotoran mereka sendiri disaat mereka lapar. Tak pelak lagi mereka menebarkan berbagai parasit, bakteri, cacing penyakit dalam tubuhnya yang akan menular ketika daginnnya disantap. Maka berhati-hatilah dalam setiap makanan yang kita beli dan kita konsumsi, pastikan jauh dari unsur-unsur yang mengandung babi.      

 Satu lagi keprihatinan kita adalah nasib para Tenaga Kerja kita di luar negeri yang bekerja di luar negeri . Mereka terkadang disuruh memasak daging Babi, bahkan ada yang dipaksa meyantapnya …

( Penceramah 3, Muhammad Irfan – Bandung )


Selanjutnya, saya kurang mengerti apa yang disampaikan. Terkesan terburu-buru, dan langsung jalan dalam intonasi yang tinggi. Namun, intinya ia mengajak bermuhasabah agar kita meningkatkan kecintaan kita kepada Alloh, sehingga meningkat pula ketaatan kita dalam mematuhi segaa aturannya .

( Penceramah 4, Fadhli - NTT )


Dalam ucapan dan pergaulan :

Seringkali saat kita belanja, bukan hanya sayur yang dibawa pulang, tapi juga ‘gosip’ yang dibahas di sana. Padahal itulah yang dinamakan ghibah. Nabi Saw bersabda :

“ Ghibah adalah membicarakan prihal seseorang yang tidak nampak dihadapan kita, yang apabila ia mengetahuinya akan merasa tidak suka walaupun itu benar “

Sayangnya ,di Majlis Ta’lim pun seringkali menjadi ajang saling membicarakan. Mungkin ini karena mereka memiliki 2 keanggotaan; anggota majis ta’lim , juga majlis INFOTAINMENT.

Sulit rasanya mencari acara TV yang ideal karena prinsip yang berlaku disana adalah mengejar rating & sponsor,mski buruk kualitas tayangan yang disiarkan.

( Penceramah 6, Ambia Dahlan – Jakarta )


Tips mudah mencari rizki yang halal

Tak usah pedulikan ucapan “ Nyari yang haram aj susah,apalagi yang halal”. Ucapan seperti ini lahir karena 2 hal;  gaya hidup hedonis yang menyebar dimana- mana, dan tiadanya keteladanan.Kita patut prihatin karena di tengah kondisi bangsa yang carut- marut, beberapa pejabat kita malah memberi contoh buruk dengan banyaknya anggaran negara yang  dipakai untuk perjalanan dinas yang sebernarnya tak perlu. Betapa ini adalah suatu contoh gaya hidup hedonis  yang  bisa merusak prilaku bangsa. Maka agar rezki yang kita halal dan barokah ; mari laksanakan tips SNI berikut ini :

S= Sedekah. Sbgmn dikatakan sebuah hadits; Tiada akan berkurang harta yang disedakahkan, bahkan bertambah,dan bertambah

N= Niatkan mencari ridho  Alloh semata &  sbg bekal menuju akhirat .

“ Barang siapa yang menjadikan akhirat  sebagai tujuannya, maka akan Alloh mudahkan rezkinya, dikayakan jiwanya, dan dunia akan mendatanginya meskipun ia enggan “

I= Istighfar

”Barangsiapa melazimkan ucapan istighfar, niscaya Alloh jadikan pada setiap kesempitannya kelapangan, pada setiap kesulitannya jalan keluar, dan diberi rezki dari arah yang tak disangka-sangka “

 ( Muhammad Kasif, Jakarta )

 NB :  Tulisan diatas merupakan intisari dari ceramah ditambah komentar pelengkap dari dewan juri. Tentunya dengan suasana humor yang lebih dari sekedar ' EMPAT MATA', kareana kita bercanda di jalan yang benar.

Special moment :

Adalah ketika Juri memperlihatkan tayangan  Dai Ambia saat  ia mendapat tugas ‘ceramah jalanan’   kepada para rentenir. Dengan latar sebagai salah seorang  Jagoan Silat Betawi, ia menjalaninya dengan penuh keberanian mski ucapan sinis nan keras yang ia dapat. Karena itu juga merupakan sesuatu yang akan hadapi ketika terjun ke masyarakat nanti sebagai seorang Dai. Hal ini mengingatkan Juri 3 , Pak Diky Chandra tentang PR yang ia tinggalkan sewaktu mengundurkan diri dari jabatan Wakil Bupati di Kotaku, Garut. Dimana daerah yang subur makmur  dan dikelilingi pegunungan yang indah ..( pantaslah julukan atasnya sbg SWISS VAN JAVA ).., ternyata masyarakat nya masih banyak yang terhimpit kesulitan ekonomi akibat jerat lintah darat. Hal ini tak lepas dari kurangnya koordinasi antara Lembaga Peyuluhan, Pejabat APBD, dan bank-bank terkait.  Sebuah realita yang tentunya juga menjadi salah satu PR- ku.

 

 Billah fi sabililhaq,

Terima kasih banyak ANTV, maju terus para Dai MUda ku.

 


12/12/2011

Berkaca dari Lebah




 

  يَخۡرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ۬ مُّخۡتَلِفٌ أَلۡوَٲنُهُ ۥ فِيهِ شِفَآءٌ۬ لِّلنَّاسِ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَتَفَكَّرُونَ (٦٩)


“ … Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. “

( Q.S. An Nahl, 69 )


Alloh SWt menciptaan lebah dg berbagai manfaat & keunikan. Bahkan nama lebah diabadikan dlm sebuah surat dlm Alqur'an, yaitu An Nahl yg artnya 'lebah'. Sbg makhluk sosial kita dituntut utk memberi manfaat bg ingkungan, pny kerjasama yg tinggi, dan tidak mementingkan diri sendiri.  3 sifat ini ternyata ada pd lebah.  

 

BERMANFAAT BAGI LINGKUNGAN

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa lebah menghasilkan madu yg khasiatnya tak diragukan lagi. Bahkan sengatannya pun kini bisa dijadikan obat. Mereka tak hanya bermanfaat bagi sesamanya, tp jg bagi manusia. Begitu jg kita sebagai manusia, sudah seharusnya kita pun memanfaatkan potensi kita agar bermanfaat bagi lingkungan.

 

TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI

 Prof. BAS di tahun 1982 Melakukan penelitian ttg lebah yg hasilnya menunjukkan bhw ketika seekor lebah menemukan sebuah sumber madu mk ia akan memanggil teman-temannya dg cara menari-nari di tengah-tengah sarang. Yg menarik dlm tarian itu adalah matahari dijadikan patokan yg kita tahu bahwa setiap 4 menit sekali matahari bergerak ke arah barat. Itulah alasannya mengapa lebah tidak pernah tersesat dlm  perjalanannnya menuju ke sumber madu. Belajar dr tarian lebah ini kita dituntut untuk tidak mementingkan diri sendiri. Kdg klo aj udh kaya ia lupa kepada yg miskin . Kl aj udh tinggi ilmu, ia lp membagi ilmunya. & kl aj udh punya jabatan ia lupa dg rakyatnya.

 

 ARSITEKTUR ULUNG

 " Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia ". ( An Nahl, 68 ).

 

Pertanyaan nya mengapa Alloh menyuruh lebah membuat sarang di tempat-tempat yg berdekatan dgn manusia. Jawabannya adalah agar kita dapat belajar dr mereka, bahkan belajar bagaimana cara mereka membuat sarangnya. Dalam membangun sarangnya , lebah memiliki kerjasama yang tinggi, dan itu penting bagi kita. Yg klo dalam pribahasa Jepangnya dikatakan :

" Pekerjaan yg besar akan terasa ringan ketika dikerjakan bersama-sama ".  

Dan satu hal lagi yg penting; lebah itu hanya mau mengkonsumsi dari yang baik-baik. “


_____________________

 

Sherly Anavita, finalis Dai Muda ANTV asal Aceh

For support, DAI< spasi>SHERLY --> 9981.       


***

12/03/2011

Indonesia; " We don't need the world ! "

The story of Indonesian students in Australia. Real ...

 


One morning, we pick up one client at the airport. The man is old, the range of 60


years. The father is a businessman from Singapore, with the accent and bahasa melayu style, he tells his life experiences to our young. He said,


"Your country is so rich!"


Ah, the usual really denger those words. But wait.
"Indonesia does not need the world, but the world needs Indonesia," he continued.


 "Everything can be found here in Indonesia. You do not need the world!."


Simply, the lungs of the world Indonesia. Just cutting the forest in Borneo, the world would end.


World that Indonesia needs!


"Singapore is nothing, We can not be rich without Indonesia."


"Indonesia 500,000 people on holiday to Singapore every month. Can imagine the money that goes into


Our apartments are purchasing our latest Indonesian people, no matter the price is exorbitant, but it sells. Look at our hospital, all the people of Indonesia who seek treatment.Then, you know how our government kalapnya Indonesia when smoke entered the forest?


Yes, totally freaked out. Deeply felt, WE ARE NOTHING.


You know if the world rice crisis last August, including in Singapore and Malaysia? You are in Indonesia with ease mendapatkanberas. Look at your country, water everywhere, look at our country, we also buy clean water from Malaysia. I had to Borneo in order of business, because the sand contains a gem. Look shiny when the sun shines. Miners sell only Rp 3,000 / kg, to then be sold to the china factory. The factory sells


return for Rp 30.000/kg.


I see this as an opportunity. You do not realize that other countries are always afraid to


embargo on Indonesia? Yes, because your country has everything. They are afraid that if you become independent, and therefore is not embargoed. Should be, that you are the  embargo ON YOUR SELF!


Buy food from our own farmers, buy textile garments from the factories themselves. No need to import klo could produce alone. If you can be independent, able to embargo yourselves, INDONESIA WILL RULE THE WORLD! "


Please share this message so that everyone knows Indonesia, the world even though ... #


 
From: EWI,

http://profile.yahoo.com/SS5PIMXIQE2SEEIKF5Q3K6U2ZA/