***

11/12/2020

PERAN MARGA HABAIB DALAM SEJARAH KEMERDEKAAN NKRI

 1. HABIB HUSEIN BIN MUHAMMAD SHIHAB

--merupakan pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia pada tahun 1937. Pandu Arab yang merupakan perkumpulan kepanduan orang Indonesia keturunan Arab di Jakarta. Juga turut berperang dengan pasukan gerilya dibawah panglima besar jendral sudirman


HABIB ALI AL HABSYI (KWITANG); 

-penentu hari dan waktu proklamasi

-pelopor berdirinya majlis ta'lim indonesia

-penggagas berdirinya Partai Syarikat Islam


3.HABIB HUSEIN MUTHAHAR (H. Mutahar)

-pendiri pasukan pengibar bendera pusaka (PASKIBRAKA

-pencipta lagu syukur, 17 agustus,hari merdeka & dirgahayu indonesiaku

-salah satu tokoh utama gerakan kepanduan/ Pramuka

-mendapat gelar bintang mahaputera atas misi penyelamatan bendera pusaka & perang gerilya 1948-1949 

 

4. HABIB IDRUS BIN SALIM AL JUFRI

-penggagas warna bendera merah putih

-diangkat menjadi mufti di Hadramaut pada usia 25 tahun

-mendirikan lembaga pendidikan al khairat di kota palu


5.HABIB SYARIF SULTAN ABDUL HAMID AL QODRIE

-perancang lambang negara; burung garuda

-saalh satu peserta konferensi Meja Bundar saat belanda akhirnya mengakui kedaulatan negara RI


6.HABIB AHMAD ASSEGAF

-wartawan dan sejarawan yang banyak menyebar tulisan perlawanan kepada pemerintahan belanda

-turut mendirikan Rabithahul Alawiyah,

sebuah organisasi yg mengurus pencatatan  nasab mulia Nabi Muhammad Saw


7.HABIB SALIM BIN JINDAN

-bersama Habib Kwitang & Habib Ali Al Athos aktif membina masyarakat, dan tak jarang ditangkap karena fatwa-fatwanya tentang penjajah


8.HABIB SYEIKH AL ATHAS

-hafidz quran pada usia 12 tahun berikut ilmu qiroahnya

-berdakwah sambil berniaga untuk mengelabui intaian belanda

-berkawan dengan Buya Hamka & KH. Hasyim Asy'ari



Beberapa peran tokoh keturunan arab :


1.Faradj bin Said Martaq

-menghibahkan rumah perjuangan di pegangsaan timur


Ashad Shahab, Muhammad Alhabsyi dan Dhiya Shihab; 

lewat APB (Arabian Press Broadcasting) menyebarkan berita proklamasi ke selurh dunia  hingga mendapat pengakuan di negara-negara timur tengah.


3.Sultan Syarif Kasim II

memberikan sumbangan 13 juta gulden untuk modal RI pasca proklamasi 


4. Ahmad Baaqil, Abdul Aziz Mahri,Ubad Bahanan & AR Bahanan. empat sekawan yang ikut mengawal ir. Soekarno di tahun 1953


5. AR Baswedan

-Anggota BPUPKI

-Ketua Persatuan Arab Indonesia

-Penggerak sumpah pemuda keturunan arab untuk setia pada NKR


6.Syekh Salim Nabhan 

-pendiri percetakan kitab pertama di Indonesia

-Pendiri Al Irsyad

-membiayai para pejuang dari hasil niaganya

-pada 1949, Gudang Kitab syekh Salim di Solo dibakar pemberontak PKI yang tak suka dengan kehadiran beliau. 


Source :

IslamToday

PemburuBerkah RTC (fb)



Tolong Beritahu Si Dia

Tolong beritahu si dia,cinta yang agung hanyalah cinta-Nya

Tolong beritahu si dia,cinta manusia bakal membuatnya lupa

Tolong nasihati dia,jangan mencintaiku lebih dari dia mencintai Yang Maha Esa

Tolong nasihati dia,jangan mengingatku melebihi dia mengingatku Yang Maha Kuasa

Tolong nasihati dia,jangan mendoakanku lebih dari dia mendo'akan ibu bapaknya

Tolong katakan pada si dia,dahulukan Allah karena disitu ada syurga

Tolong katakan pada si dia,dahulukan ibu-bapaknya karena ditelapak mereka itu syurganya

Tolong ingatkan si dia,aku tertarik karena imannya bukan rupa

Tolong ingatkan si dia,aku lebih cintakan zuhudnya bukan harta

Tolong ingatkan si dia,aku kasihinya karena santunnya

Tolong tegur si dia,bila dia mula mengagungkan cinta manusia

Tolong tegur si dia,bila dia tenggelam dalam angan-angannya

Tolong tegur si dia,andai nafsu mengawal pikirannya

Tolong sadarkan si dia,aku milik Yang Maha Esa

Tolong sadarkan si dia,aku masih milik keluarga

Tolong sadarkan si dia,tanggung jawabnya besar pada keluarganya

Tolong sabarkan si dia,andai diri ini enggan didapati karena menjaga batasan cinta

Tolong sabarkan si dia,bila jarak menjadi penyebab bertambah rindu, maka rindu itu karunia dari-Nya

Tolong pesankan padanya,aku tak mau menjadi fitnah besar kepadanya

Tolong pesankan padanya,aku tak mau menjadi puncak kegagalannya

Tolong pesankan padanya,aku membiarkan Yang Esa menjaga dirinya

Tolong khabarkan pada si dia,aku tak mau melalaikannya

Tolong khabarkan pada si dia,aku mau dia berjaya dalam impian dan cita-citanya

Tolong sampaikan pada si dia,aku mendambakan cinta suci yang terjaga

Tolong sampaikan pada si dia,cinta karena Allah tidak ternilai harganya

Tolong sampaikan pada si dia,tak kan kau rasai indahnya cinta andai tiada cinta buat Yang Maha Esa

Tolong sampaikan pada si dia,hubungan ini terjaga selagi dia menjaga hubungan dengan Yang Maha Kuasa

Tolong sampaikan pada si dia,karena aku tak mampu memberitahunya sendiri.

Cinta.. lahirnya dari dua hati, hadirnya tanpa dipaksa..

Ya Allah Ya Tuhanku,

Telah datang padaku seorang insan yang mengetuk pintu hati ini

Sekiranya dia adalah jodohku yang terbaik, yang telah Engkau tetapkan buatku

lagi sejak dari kandungan ibuku

Maka permudahlah urusanku, permudahlah urusan dia ,

permudahlah urusan kami berdua..

Lindungilah imanku Ya Allah,, Lindungilah iman dia Ya Allah,,

Lindungilah iman kami berdua sepanjang hubungan ini.

Cinta, karya indah Sang Pencipta

dimulakan di syurga,, dirasukan dalam jiwa Adam dan Hawa

lalu dianak-pinakan ke setiap jiwa dengan kadar yang berbeda.

Cinta sebenarnya tidak buta.

Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.

Yang buta itu adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa sesuatu pertimbangan

CINTA,MENCINTAI atau DICINTAI itu adalah sifat lumrah kejadian manusia

Hak untuk bercinta dan menerima bergantung kepada individu itu sendiri

Pilihan adalah terpulang kepada kita.

Jika pilihannya berlandaskan agama, pasti hasilnya diberkati

dan sekiranya berlandaskan nafsu, pasti akan terjembab ke lembah kehinaan

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya,

sebab keelokan paras dapat menyesatkan

jangan pula tertarik karena kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah

Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum,

karena hanya senyuman yang dapat membuat hati-hati yang gelap menjadi cerah,

Tersenyum di atas ridho dan karunia-Nya.


#TafakkurCinta
#NantikanKuDiBatasWaktu

8/09/2020

Sejarah Pandemi FLu 1930 s/d Sekarang


Di bawah ini adalah garis waktu historis dari peristiwa ilmiah dan kesehatan masyarakat utama serta pencapaian dalam pencegahan influenza.

1930-an

Virus influenza diisolasi dari manusia, membuktikan bahwa influenza disebabkan oleh virus, bukan bakteri.

1940-an

1940-an: Thomas Francis, Jr., MD dan Jonas Salk, MD melayani sebagai peneliti utama di University of Michigan untuk mengembangkan vaksin flu nonaktif pertama dengan dukungan dari Angkatan Darat AS. Vaksin mereka menggunakan telur ayam yang telah dibuahi dengan metode yang masih digunakan untuk memproduksi sebagian besar vaksin flu hingga saat ini. Angkatan Darat terlibat dalam penelitian ini karena pengalaman mereka dengan kehilangan pasukan akibat penyakit flu dan kematian selama Perang Dunia I. Vaksin asli ini hanya mencakup virus influenza A yang tidak aktif.

1940-an: Ventilator mekanis generasi pertama tersedia. Mesin ini mendukung pernapasan pada pasien yang menderita komplikasi pernapasan.

1940: Virus Influenza B ditemukan.

1942: Vaksin bivalen (dua komponen) yang menawarkan perlindungan terhadap virus influenza A dan influenza B diproduksi setelah ditemukannya virus influenza B.

1944: Penggunaan kultur sel untuk pertumbuhan virus ditemukan. Hal ini memungkinkan virus dibiakkan di luar tubuh untuk pertama kalinya. Kemampuan untuk membiakkan influenza dari sekret pernapasan memungkinkan diagnosis influenza.

1945: Vaksin influenza yang dinonaktifkan dilisensikan untuk digunakan pada warga sipil.

1942: Pusat Penyakit Menular (CDC) dibuka di kantor lama Pengendalian Malaria di Area Perang, yang terletak di Peachtree Street di Atlanta, Georgia dengan kampus satelit di Chamblee. Diluncurkan dengan kurang dari 400 karyawan, organisasi ini — sekarang menjadi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit — pindah ke kampus utamanya saat ini di Clifton Road di Atlanta pada tahun 1947 setelah membayar $ 10 kepada Emory University untuk lahan seluas 15 hektar.

1947: Selama epidemi flu musiman tahun 1947, para penyelidik menentukan bahwa perubahan dalam komposisi antigenik virus influenza yang bersirkulasi telah membuat vaksin yang ada menjadi tidak efektif, menyoroti perlunya pengawasan terus menerus dan karakterisasi virus flu yang bersirkulasi.

1948: Pusat Influenza Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) didirikan di Institut Nasional untuk Penelitian Medis di London. Tugas utama rumah sakit adalah mengumpulkan dan mengkarakterisasi virus influenza, mengembangkan metode diagnosis laboratorium untuk infeksi virus influenza, membangun jaringan laboratorium, dan menyebarkan data yang dikumpulkan dari penyelidikannya.

1950-an

1952: Sistem Pengawasan dan Respons Influenza Global (GISRS) dibuat oleh WHO untuk memantau evolusi virus influenza. Jaringan GISRS awalnya mencakup 26 laboratorium.

1956: Cabang Influenza CDC di Atlanta ditunjuk sebagai Pusat Kolaborasi WHO untuk Pengawasan, Epidemiologi & Pengendalian Influenza.

1957: Virus flu H2N2 baru muncul  untuk memicu pandemi. Ada sekitar 1,1 juta kematian secara global, dengan sekitar 116.000 di AS


1960-an

1960: Pada tahun 1960, US Surgeon General, sebagai tanggapan atas morbiditas dan mortalitas yang substansial selama pandemi 1957–58, merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan untuk orang dengan penyakit kronis yang melemahkan, orang berusia 65 tahun atau lebih, dan wanita hamil.

1961: Wabah di Afrika Selatan meningkatkan kemungkinan burung liar sebagai kemungkinan reservoir virus influenza A.

1962: CDC meluncurkan Sistem Pelaporan Kematian 122 Kota. Setiap minggu, kantor statistik vital dari 122 kota di seluruh AS melaporkan jumlah total sertifikat kematian yang diproses dan jumlah yang terdaftar sebagai penyebab utama atau penyebab kematian berdasarkan kelompok usia adalah pneumonia atau influenza. Sistem dihentikan pada Oktober 2016.

1966: FDA melisensikan amantadine, obat antivirus baru, sebagai profilaksis (obat pencegahan) melawan influenza A. Obat ini tidak efektif melawan influenza B.

1967: Dr. HG Pereira dan rekannya mengusulkan hubungan antara virus flu burung dan manusia setelah sebuah penelitian menunjukkan hubungan antigenik antara virus pandemi manusia tahun 1957 dan virus influenza A yang diisolasi dari kalkun. Studi tersebut menimbulkan pertanyaan dan memicu penelitian tentang apakah virus influenza manusia berasal dari unggas.

1968: Virus influenza H3N2 baru muncul untuk memicu pandemi lain, yang mengakibatkan sekitar 100.000 kematian di AS dan 1 juta di seluruh dunia. Sebagian besar kematian itu terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas. Virus H3N2 yang beredar saat ini merupakan keturunan dari virus H3N2 yang muncul pada tahun 1968.

1970-an

Wabah H1N1 (flu babi) di antara anggota baru di Fort Dix mengarah pada program vaksinasi untuk mencegah pandemi. Dalam 10 bulan, kira-kira 25% populasi AS divaksinasi (48 juta orang), sekitar dua kali lipat tingkat yang dibutuhkan untuk menyediakan perlindungan bagi populasi berisiko. Kasus sindrom Guillain-Barre, suatu kondisi neurologis yang jarang dikaitkan dengan vaksinasi, di antara penerima vaksin tampaknya melebihi apa yang diharapkan, sehingga para pejabat memutuskan program vaksinasi harus dihentikan. 1981: CDC mulai mengumpulkan laporan wabah influenza dari ahli epidemiologi negara bagian dan teritorial.

Ikon garis waktu

1990-an

1993: Program Vaksin untuk Anak-anak (VFC) didirikan sebagai hasil dari wabah campak untuk memberikan vaksin tanpa biaya kepada anak-anak yang orang tua atau wali mungkin tidak mampu membelinya. Program ini meningkatkan kemungkinan anak-anak mendapatkan vaksinasi yang direkomendasikan sesuai jadwal.

1993: Biaya vaksin influenza menjadi tunjangan yang dijamin di bawah Medicare Bagian B.

1994: Rimantadine, yang berasal dari amantadine, disetujui oleh FDA untuk mengobati influenza A.

1996: Virus avian influenza H5N1 pertama kali diisolasi dari angsa yang dibudidayakan di Cina.

1997: Infeksi manusia pertama dengan virus avian influenza A H5N1 teridentifikasi di Hong Kong.

1997: FluNet, alat pengawasan flu berbasis web, diluncurkan oleh WHO. Ini adalah alat penting untuk melacak pergerakan virus flu secara global. Data negara diperbarui setiap minggu dan tersedia untuk umum.

1998: Surveilans virus influenza pada babi, dilakukan oleh Departemen Pertanian AS, dimulai di Amerika Serikat. Virus yang merupakan hibrida dari virus flu manusia, burung dan babi terdeteksi pada babi. Virus ini menjadi virus flu dominan pada babi AS pada 1999.

1999: Kerangka kerja perencanaan pandemi diterbitkan oleh WHO yang menekankan perlunya meningkatkan pengawasan influenza, produksi dan distribusi vaksin, obat antivirus, penelitian influenza dan kesiapsiagaan darurat

1999: Penghambat neuraminidase oseltamivir (Tamiflu®) dan zanamivir (Relenza®) dilisensikan untuk mengobati infeksi influenza.

2000-an

April 2002: Komite Penasihat Praktik Imunisasi (ACIP) mendorong agar anak-anak usia 6 sampai 23 bulan divaksinasi influenza setiap tahun.

2003: Pejabat kesehatan masyarakat prihatin tentang kemunculan kembali flu burung H5N1 yang dilaporkan di Cina dan Vietnam.

Juni 2003: Vaksin flu semprotan hidung pertama dilisensikan.

2004: Sistem Manajemen Insiden Nasional (NIMS) dibentuk untuk mengkoordinasikan respons atas insiden kesehatan masyarakat yang memerlukan tindakan oleh semua tingkat pemerintah, serta organisasi publik, swasta, dan nonpemerintah.

2005: AS. Strategi Nasional Pemerintah untuk Pandemi Influenza diterbitkan

2005: Seluruh genom virus influenza pandemi H1N1 1918 diurutkan

2006: CDC berhenti merekomendasikan adamantanes selama musim 2005-2006 setelah tingkat resistensi yang tinggi di antara virus influenza A. Di AS, resistensi meningkat dari 1,9% selama musim 2003-2004 menjadi 11% pada musim 2004-2005.

2006: Strategi Nasional Rencana Implementasi Pandemi Influenza diterbitkan. Dokumen tersebut menguraikan kesiapan dan tanggapan AS untuk mencegah penyebaran pandemi.

2007: American Veterinary Medical Association (AVMA) membentuk Satuan Tugas prakarsa One Health, sebuah upaya untuk mencapai kesehatan yang optimal bagi manusia, hewan, dan lingkungan.

2007: Asosiasi Medis Amerika dengan suara bulat menyetujui resolusi yang menyerukan peningkatan kolaborasi antara komunitas medis manusia dan hewan. Istilah 'satu kesehatan', yang melihat interaksi antara kesehatan hewan dan manusia, masuk ke dalam leksikon medis dan ilmiah.

2007: Pendekatan One Health direkomendasikan untuk kesiapsiagaan pandemi selama International Ministerial Conference on Avian and Pandemic Influenza

2007: FDA menyetujui vaksin AS pertama untuk orang yang melawan virus avian influenza A (H5N1).

2007: Infeksi manusia dengan virus influenza baru ditambahkan ke daftar penyakit yang dapat diberitahukan secara nasional

2008: ACIP memperluas rekomendasi vaksinasi influenza dengan memasukkan vaksinasi anak usia 5-18 tahun.

2008: Rencana Operasional Pandemi Influenza HHS diterbitkan

2008: CDC menerima persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk uji reaksi berantai polimerase influenza (PCR) yang sangat sensitif. Tes ini dapat mendeteksi influenza dengan spesifisitas tinggi yang meningkatkan pilihan diagnosis dan pengobatan.

2008: Influenza Reagent Resource (IRR) didirikan oleh CDC untuk menyediakan pengguna terdaftar dengan reagen, alat, dan informasi untuk mempelajari dan mendeteksi virus influenza

17 April 2009: Virus H1N1 baru terdeteksi di AS

CDC mulai bekerja untuk mengembangkan virus (disebut virus calon vaksin) yang dapat digunakan untuk membuat vaksin guna melindungi dari virus baru ini.

25 April 2009: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

11 Juni 2009: WHO secara resmi menyatakan wabah baru H1N1 2009 sebagai pandemi.

2009: CDC memulai tanggapan yang kompleks dan beragam terhadap pandemi H1N1  yang berlangsung lebih dari satu tahun.

2009: Dokter menggunakan tes immunoassay cepat di tempat perawatan untuk memberikan hasil influenza dalam waktu 15 menit selama pandemi H1N1

5 Oktober 2009: Dosis pertama vaksin pandemi H1N1 monovalen diberikan.


2010-an

10 Agustus 2010: WHO mengumumkan diakhirinya pandemi influenza H1N1 2009.

2010: ACIP merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan untuk mereka yang berusia 6 bulan ke atas.

2012: Vaksin yang mengandung virus yang dikultur sel menjadi tersedia. Meskipun telur terus menjadi alat produksi utama, kultur sel muncul sebagai metode alternatif untuk memproduksi vaksin influenza.

2012: WHO membuat rekomendasi komposisi vaksin pertama untuk vaksin quadrivalent.

2012: CDC bermitra dengan Asosiasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat untuk menentukan ukuran optimal yang tepat untuk surveilans virologi influenza. Proyek ini menghasilkan kalkulator ukuran yang tepat; alat statistik yang membantu negara bagian menentukan jumlah optimal pengujian influenza yang diperlukan untuk tingkat keyakinan surveilans yang diinginkan.

2014: FDA menyetujui peramivir (Rapivab) untuk mengobati influenza pada orang dewasa. Ini adalah obat flu IV pertama.

2017: CDC memperbarui pedoman penggunaan tindakan non-farmasi untuk membantu mencegah penyebaran pandemi influenza berdasarkan bukti ilmiah terbaru. Ini adalah tindakan yang dapat dilakukan individu dan komunitas untuk membantu memperlambat penyebaran flu seperti tinggal di rumah saat sakit, menutupi batuk atau bersin, dan sering mencuci tangan.


Referensi : 


https://www.cdc.gov/flu/pandemic-resources/pandemic-timeline-1930-and-beyond.htm