BEBERAPA SISI POSITIF
Tidak ada di dunia ini yang terjadi secara kebetulan. Semua ada Tujuan dan Hikmahnya
1. Corona menutup bar, klub malam, rumah bordil, kasino dan tempat orang berbuat maksiat.
2. Corona menurunkan suku bunga bank yang mencekik leher.
3. Corona membawa keluarga kembali ke dalam rumah dan melakukan aktivitas rumah bersama.
4. Corona memindahkan alokasi anggaran militer menjadi anggaran perawatan kesehatan
5. Corona melemahkan para diktator dunia yang selama ini sombong luar biasa.
6. Corona membungkam kesombongan negara yang menganggap dirinya paling hebat dan tak terkalahkan.
7. Corona membuat manusia banyak berdoa dan berharap pada-Nya dan tidak semata-mata mengandalkan sains dan teknologi.
8. Corona memaksa negara memperhatikan rakyatnya.
9. Corona mengajarkan cara bersin, menguap, dan batuk yang baik dan benar.
10. Corona membuat kita tinggal di rumah dan hidup sederhana.
11. Corona mengajarkan bagaimana virus kecil yang berukuran 150 nano bisa mengalahkan tujuh milyar manusia yang hidup di bumi yang luasnya ratusan juta hektar.
12. Corona memberi kesempatan kepada kita untuk menyadari bahwa kematian itu nyata dan dekat dengan kita.
13. Corona mengajari kita agar tidak jajan dan makan sembarangan di luar.
14. Corona membangunkan kita pada kenyataan dan memberi kita kesempatan untuk meminta pengampunan dan pertolongan-Nya.
15. Corona menyadarkan kita bahwa apa yang kita miliki adalah milik Tuhan yang bisa diambil kapan saja.
Percayalah, Tuhan menurunkan sesuatu dengan hikmah; ada pelajaran besar dalam hal ini bagi mereka yang arif dan bijaksana untuk melihat dan menyadari.
Apa yang mustahil bagi manusia , Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Berharap hanya kepadaNya.
BEBERAPA PESAN
1. Makanlah yang menyehatkan lagi Halal. Jauhi makanan dan minuman Haram. Bukankah awalnya virus muncul setelah binatang binatang, liar, buas dan kelelawar dibantai dengan kasar atau dibakar hidup hidup lalu dimakan?.
2. Jangan lagi berpakaian minim lagi ketat mengumbar aurat. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita berpakaian serba tertutup?, dan memang kan semua agama Samawi memuliakan pakaian yang rapih, bersih dan sopan.
3. Jaga ucapan, makanan, dan pendengaran. Bukankah masker Covid-19 telah mendidik kita menutup mulut, lidah, telinga dan hidung?
4. Jangan lagi ada "pergaulan bebas" tanpa batas, selingkuh dan kumpul tanpa ikatan sah. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita untuk Sosial Distancing dan Physical Distancing, jaga jarak, bahkan bersalamanpun tidak bersentuhan?.
5. Jangan lagi malas ke rumah rumah Ibadah, Masjid dll. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita, bagaimana sedih dan stress nya kita tanpa ada tempat memohon, berdoa, tak bisa beribadah berjamah dan shalat di Masjid dalam suasan batin yang damai. Bagaimana sedihnya melepas saudara kita yang meninggal tanpa dishalatkan beramai ramai di Masjid?.
6. Jangan lagi pernah abaikan rumah, keluarga dengan terlalu sibuk di luar rumah. Bukankan Covid-19 telah mendidik kita untuk banyak tinggal di dalam rumah bersama keluarga ?
7. Jangan lagi ada rasa angkuh, sombong, dan merasa besar serba bisa. Bukankah Virus Corona yang kecil dan tak tampak mata itu telah mendidik kita, bahwa tidak ada yang mampu mencegahnya jika Covid-19 ingin datang mampir?, dan Covid-19 tidak mengenal status sosial miskin atau kaya, tua atau muda pembesar atau rakyat biasa, semua dihinggapi jika abai.
8. Jangan lagi jauh dari ALLAH SWT..Sang Maha Pencipta. Bukankan Covid-19 telah mendidik kita, dalam suasana Covid-19 aktif menyebar, semua orang ketakutan dan semua orang baru mendekat berdzikir dan berdoa, memohon perlindungan ALLAH Sang Kholiq?.
9. Jaga kebersihan dan ketertiban. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita agar selalu menjaga kebersihan badan, pakaian, barang dan lingkungan dengan rajin mandi, mencuci tangan, semprot antiseptik dan disinfektan, dan tidak sembarangan membuang sampah?
10. Jangan lagi abai dan masa bodoh pada anugerah Allah yang melimpah tak terbatas, seperti sinar matahari, tumbuhan yang menyehatkan dll. Perbanyaklah bersyukur atas karunia gratis itu semua. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita agar rajin berjemur n OR di pagi hari, rajin minum jahe, sereh, kunyit, lemon dll agar daya tahan tubuh kita lebih kuat? . Tanam dan peliharalah tumbuhan yang memberi manfaat kesehatan.
11.Tingkatkan semangat kebersamaan, solidaritas, saling tolong. Jangan lagi semua dihitung berdasarkan kepentingan pribadi dan pamrih. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa kita tidak mampu mengurus diri sendiri seorang diri, kita butuh orang lain yang meski bukan saudara seperti dokter, dll. Kalau tidak ditolong orang, bisa mati mendadak di jalanan saat dihindari orang karena takut tertular.
12.Berimanlah, beragamalah dengan baik. Percayalah yakinilah pada hal hal Ghaib yang tak tampak mata, seperti adanya Tuhan, ada Malaikat dan ada Jin. Jangan lagi menantang Tuhan dengan mengatakan, bagaimana percaya pada ALLAH SWT sedang kita tidak bisa melihat ALLAH. Bukankah Covid-19 mendidik kita bahwa meski Virus Corona tidak tampak. tapi ada, buktinya, banyak yang terpapar oleh Covid-19 dan meninggal.
13.Selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan Akhirat dengan perbanyak kebaikan, meningkatk kualitas n kuantitas ibadah dan amal sholeh. Hidup di Dunia ini hanya sementara saja, sewaktu waktu bisa mati. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa kematian bisa datang menjemput secara tiba tiba dan di mana saja.
14.Daya tahan tubuh akan kuat jika selalu berbaik sangka, sabar, syukur, ikhlas dan jujur.
Daya tahan tubuh akan melemah saat pikiran dikuasai dengki, fitnah, iri, hasut, ujaran kebencian dan cacian, seks bebas, seks sesama jenis, dan Narkoba.
15.Maka perkuatlah ketahanan tubuh dengan selalu berbaik sangka, husnudzon, ikhlas dan tawalkal. Jangan lagi ada iri, caci, dengki, ujar kebencian, fitnah dan kekerasan, Narkoba dan penyimpangan seksual. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa Virus Corona mudah menyerang mereka yang daya tahan tubuhnya lemah?.
16.Perkuat Silaturrahim. Jaga harmoni sesama makhluk. Jangan lagi merusak alam. Jangan ekspoilitasi kekayaan bumi secara berlebihan. Bukankah Covid-19 telah mendidik kita bahwa, adanya keseimbangan dan pengurangan polusi industri, asap mesin, keseimbangan semburan kimia beberapa minggu ini, telah membuat udara, awan dan alam ini lebih cerah dan bersih?
17.Sungguh pelajaran yang luar biasa dari Virus Corona. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari semua musibah dan penyakit. Dan wabah Covid-19 cepat berlalu...
Aamin Allahumma Aamiin..
***
Tampilkan postingan dengan label riset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label riset. Tampilkan semua postingan
5/17/2020
8/16/2017
Kisah pertama ( Dokter Spesial Kulit )
Kisah profesor Dokter spesialis kulit ti nagara Muangthai, anu kisahna dimuat sareng diangkat ku media international. Dokter ieu dokter anu diseniorkeun dina bidang kedokteran khususna dina bidang kulit. Prof Dokter ieu satiap tahuna sok ngayakeun seminar Internasional sareng ngundang sadayana dokter-dokter Spesialis kulit ti pelosok dunia kanggo maparkan temuan anu terbaruna tentang masalah kulit manusia. Kisah ieu teh kajadianna 8 tahun kapengkeur dina waktu anjena ngundang 2 urang dokter kulit muslim ti nagara Mesir. Salah sawios Dokter kulit Mesir ieu salian dokter, anjena oge sering ngiringan kajian-kaijan Islam, intina dokter muslim ieu faham masalah Ilmu agama. Singkat cerita ;
Dina waktos seminar dimulai, naiklah prof Dokter ti Mungathai tadi kaluhur mimbar, maksadna bade maparkeun hasil temuana, saur eta professor : kalawan ngagunakeunn teknologi anu canggih saat ayeuna (seperti alat microskop/alat ngaagengkeun benda anu teu katingal, sareng alat cangih lainna), ternyata saur eta professor ; anu bisa nimbulkeun rasa nyeri dina diri manusa nyaeta ayana urat-urat saraf yang halus pisan anu jumlahna milyaran anu ngalengket dina kulit manusia. Lamunmah urat syaraf ieu bisa ditundukeun ngagunakeun obat bius maka proses bedah tubuh manusa bisa jauh lebih gampang sareng ditemukeun oge lamun urat syaraf tadi hilang fungsina secara alami contona kusabab kacilakaan atanapi kena ku luka bakar dikulitna, maka upami dipotong potong kulitna maka moal ngarasaan nyeri..
Kemudian hadirin, prof muangthai itu ngalakukeun demonnstrasi tina penemuanna manehna manggil salah sahiji relawan anu kena musibah luka bakar anu dipastikan syarafna tos rusak sareng teu berfungsi sakumaha mestinya. Prof tadi marentah ka eta relawan tiduran diluhur meja anu disadiakeun diatas podium teras eta prof muangthai ngiris ngiris/motong motong daging tangan eta relawan hasilna luar biasa ternyata eta relawan anu dipotong potong teu ngarasakeun nyeri sama sekali akibat di potong potong daging tanganna. Ninggal demontrasi anu dilakukeun ku eta professor hadirin, peserta seminar anu hadir sorak, sorai bergemuruh bertepuk tangan memenuhi ruangan Luar biasa, luar biasa ini penemuan anu hebat. Ditengah gemuruhna anu sorak sorai , tiba-tiba salah satu dokter muslim anu asalna ti Negara Mesir ngangkat tangan: . “ Maaf Prof, penemuan professor anu canggih anu disampaikeun barusan, ternyata penemuan professor sudah ada dalam kitab saya Al-Quran Karim dan saya pastikan Al-Quran ini sudah menjelaskan hasil penemuan ilmiah profesor 1400 tahun yang lalu” kata dokter itu.
Atuh semua peserta seminar ngadangu penjelasan dokter muslim tadi anu tadinya sorak, sorai, tepuk tangan ngadadak jempe sareng kaget mendengar pernyataan dokter muslim ti negara mesir tadi. Saterasna eta professor berkata “ Mana buktinya? Tunjukkan kepada saya”. Kemudian Dokter dari Mesir ini pun mengambil Al-Quran terjemahan dalam bahasa Inggris dan membacakan dan menjelaskan kepada dokter tersebut tentang Surah Annisa ayat 56 :
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا
بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ
بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ
كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
Anu hartosna :“Saenya enyana jalma-jalma anu kafir kana ayat-ayat Kami/Alloh, kelak/jaga maranehna bakal diasukeun kana naraka . Setiap kali kulit maranehna tutung/hangus, maka diganti ku kulit anu anyar, supaya maranehna ngarasakeun pedihna azab naraka. Saenya enyana Allah eta Maha perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Saterasna eta dokter muslim ngajelaskeun maknana eta ayat nyaeta : setiap dari Ahli neraka anu disiksa ku Allah dina naraka, kulit maranehna anu tos tutung ka bakar ku Allah diganti ku kulit yang anyar supaya maranehna ngarasakan rasa nyeri berulang ulang. Artinya ayat ieu ngajelaskan yen saeunya enyana rasa nyeri dina diri manusa teh ayanan dibagian kulitna. Jadi Allah swt teu perlu membakar manusa sampai ketulang tulangnya, cukup ku ngahanguskeun kulitna hungkul sareng saenggeus hangus langsung diganti ku kulit yang anyar .
Ngadangu katerangan dokter Mesir ieu, profesor lajeng menta idin pikeun baca tarjamah Al Quran, bari nyungcrukeun cimata dina mimbar profesor cumarios"terangkeun kuring agama anjeun, sabab ieu buku henteu dijieun ku manusa, pasti ieu firman Alloh jeung teu aya penemuan séjén ti kapanggihna pamungkas ieu nu mawa lila pikeun prosés jeung hasil ulikan ieu, tapi Quran salaku buku anjeun geus dipedar kapanggihna kuring 1400 taun ka pengker "nya harita keneh dokter ieu bersyahadat di hareupeun sadaya elmuwan jeung dokter anu hadir dina seminar tur ngaikrarkeun kaislaman nana.
Langganan:
Postingan (Atom)