***

6/03/2014

Inilah 10 Sinetron yang Dinilai tak Layak Ditonton

Wed,28 May 2014 | 


JAKARTA, FAJAR -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merilis 10 judul sinetron dan FTV yang tidak layak tonton pekan lalu. Sepuluh judul sinetron tersebut ditayangkan di enam stasiun televisi. Yakni, SCTV, RCTI, Antv, Indosiar, MNC TV, dan Trans TV.

Judul-judul sinetron tersebut adalah Ayah Mengapa Aku Berbeda (RCTI), Pashmina Aisha (RCTI), ABG Jadi Manten (SCTV), Ganteng-Ganteng Serigala (SCTV), Diam-Diam Suka (SCTV), Sinema Indonesia (ANTV), Sinema Akhir Pekan (Antv), Sinema Pagi (Indosiar), Bioskop Indonesia Premier (Trans TV), dan Sinema Utama Keluarga (MNC TV).

Ada beberapa alasan sinetron dan FTV tersebut tidak layak tayang. Di antaranya, menayangkan tindakan bullying di sekolah, kekerasan fisik, verbal, konflik rumah tangga, perselingkuhan, serta menampilkan kehidupan bebas remaja. KPI sudah melakukan pertemuan dengan stasiun-stasiun televisi terkait untuk membahas masalah tersebut.

Hal itu diungkapkan Direktur Program dan Produksi RCTI Endah Hari Utari kepada Jawa Pos Senin (26/5). "KPI sudah mengundang semua stasiun televisi untuk memberikan masukan-masukan atas teguran mereka," kata perempuan yang akrab disapa Uut itu.

Mengenai program sinetron RCTI yang masuk dalam daftar tersebut, yakni Ayah Mengapa Aku Berbeda dan Pashmina Aisha, Uut mengaku sudah mengevaluasi secara internal setiap hari.

"Sebelum KPI mengeluarkan teguran, kami melakukan upaya untuk mengeliminasi. Menjaga agar tayangannya sesuai dengan pedoman penyiaran. Sebelum ada pihak lain yang notice, kami notice duluan," terangnya.

Langkah konkret pihaknya adalah berkoordinasi dengan production house yang memproduksi sinetron-sinetron kejar tayang tersebut.

Nah, Senin lalu, RCTI merilis dua sinetron kejar tayang baru berjudul Siti Bling Bling dan Bintang di Langit. Pemeran utamanya adalah El dan Bastian eks Coboy Junior. Ceritanya mengenai kehidupan remaja yang dibumbui percintaan. Siti Bling Bling menggantikan Ayah Mengapa Aku Berbeda yang masa tayangnya sudah habis.

"Dua sinetron baru ini aman. Kami sudah memperhatikan hal-hal yang disampaikan. Banyak perbaikan supaya tontonan ini nyaman dilihat. Televisi kan media publik. Harus kita jaga," tegasnya.

Soal adegan percintaan, dia menegaskan bahwa adegan tersebut tidak salah. "Yang tidak boleh itu memberikan adegan yang "terlalu". Berlebihannya itu yang tidak boleh. Di dalam Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) juga ada pembatasan untuk hal-hal yang terlalu," lanjutnya.

RCTI beberapa waktu lalu juga sempat bermasalah dengan sinetron Kau Yang Berasal Dari Bintang yang dibintangi Nikita Willy dan Morgan Oey. Oleh SBS Korea, sinetron tersebut dianggap plagiat drama serial Man from The Stars. Sebab, SBS belum memberikan izin hak tayang.

Ketika ditanya perkembangan kasus sinetron itu setelah RCTI bertemu SBS, Uut belum mau membeberkan hasilnya. "Yang jelas, kami sedang menyiapkan untuk (sinetron) itu. Pokoknya bakal lebih keren. Tunggu saja nanti," ungkapnya. (jpnn)

Sepuluh Sinetron Itu Adalah:

RCTI
Ayah Mengapa Aku Berbeda
Pashmina Aisha

SCTV
ABG Jadi Manten
Ganteng-Ganteng Serigala
Diam-Diam Suka

AnTV
Sinema Indonesia
Sinema Akhir Pekan

Indosiar
Sinema Pagi

TransTV
Bioskop Indonesia Premier

MNCTV
Sinema Utama Keluarga


Mother’s Day Dirayakan Masyarakat Dunia




Hari Ini dunia sedang merayakan hari Ibu.Hari Ini dunia sedang merayakan hari Ibu.

Tanggal 11 Mei merupakan hari spesial bagi seorang ibu, pasalnya hari ini masyarakat dunia tengah merayakan Hari Ibu / Mother Day’s.

Ibu merupakan figur paling penting pada sebuah keluarga. Dari ibu kita dilahirkan di dunia dan berkat seorang ibu, kita diasuh penuh kasih, dan dididik dengan sepenuh hati sehingga menjadi sosok manusia seutuhnya.

Tugas ibu yang begitu berat mengasuh anak-anak dan suami. Dari pagi buta mempersiapkan sarapan untuk seluruh anggota keluarga, dilanjutkan siang hari hingga malam berkutat pada pekerjaan rumah tangga. Hebatnya seorang ibu bekerja tanpa pamrih, mengeluh karena merasa itu sudah merupakan kodrat sebagai perempuan.

Bahkan sekarang seorang ibu pun turut banting tulang mencari tambahan pemasukan keluarga. Di sela-sela kesebukan, mereka tetap mengurus keluarga.

Begitu berjasanya figur ibu, sampai-sampai semua agama menganjurkan untuk menghormati ibu, dan patuh terhadap nasehat. Tak boleh sekali pun seorang berbicara dengan nada keras melebih suara ibu sendiri.

Sosok ibu yang sangat dihormati hingga lahirlah selarik istilah “Surga terletak di telapak kaki ibu”.  Jadi jangan sekali-kali mendurhakai ibu sendiri.

Kembali pada perayaan Mother Days, sejumlah negara mempunyai kebiasaan memperingati hari ibu, dengan membebaskan setiap ibu dari beban tugas rumah tangga. Ada juga anggota keluarga seperti anak atau suami memberikan hadiah menarik kepada ibunya.


Sementara di Amerika, Jepang dan Taiwan, Mother Day jatuh pada setiap hari Minggu, pekan kedua bulan Mei.  Sedangkan kebiasaan di masyarakat Indonesia, ada yang memberikan ucapan selamat, kasih hadiah dan kalau tidak mendoakan ibu dengan harapan terbaik.

11 Mei 2014, 
 Doni Judian+ Bilik Happening

Meraih Kemuliaan Isra Miraj





   
TANGGAL 27 Rajab kita sama-sama rayakan untuk memperingati  Isra Miraj. Itulah hari yang membawa Nabi Muhammad SAW mencapai kemuliaannya. Nabi Muhammad merupakan satu-satunya manusia yang bisa bertemu Allah SWT ketika masih hidup.

Perjalanan Isra Miraj bukan hanya membawa Nabi Muhammad berjalan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Jerussalem, tetapi juga melakukan perjalanan spiritual bertemu Sang Maha Pencipta. Dari beberapa kali pertemuan, Nabi Muhammad kemudian mendapat perintah untuk menjalankan salat lima waktu bagi dirinya dan juga pengikutnya kemudian.

Semua perjalanan itu dilakukan dalam satu malam. Malaikat Jibril yang menemani perjalanan Nabi Muhammad pada malam itu, namun hanya Nabi Muhammad  yang mendapat kesempatan untuk bertemu dan berbicara langsung dengan Yang Maha Kuasa.

Umat Islam yang menjadi pengikut Nabi Muhammad diwajibkan untuk menjalankan perintah-Nya. Kewajiban untuk melaksanakan shalat merupakan kunci bagi kita menuju kesempurnaan dan kemuliaan sebagai manusia.

Kemuliaan sebagai manusia itu terletak pada kemampuan kita untuk memanusiakan sesama. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita diwajibkan untuk menghormati sesama manusia dan bahkan untuk saling tolong menolong.

Kita tidak boleh memperolok sesama manusia. Segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada setiap manusia merupakan rahasia-Nya. Kita tidak diperkenankan untuk mencelanya.

Ketika kita memeringati Isra Miraj tentunya jangan hanya seremoninya yang kita lakukan. Yang terlebih harus melekat pada keseharian kita adalah teladan yang diberikan Nabi Muhammad yang dikenal sebagai orang yang santun, orang yang penyayang, orang yang peduli, tetapi juga dikenal tegas.

Bangsa Indonesia dulu dikenal juga sebagai bangsa yang ramah. Tutur kata bangsa Indonesia dikenal lembut dan bersahabat. Kekuatan itulah yang membuat bangsa Indonesia dihormati di dunia.

Setelah era reformasi, kita justru tidak lagi melihat Bangsa Inddonesia yang seperti dulu. Tiba-tiba kita menjadi bangsa yang kehilangan budi pekerti. Seakan-akan tidak ada lagi sopan santun pada diri Bangsa Indonesia.

Memang era reformasi membawa kita kepada kebebasan. Namun kebebasan itu tidak harus membuat berubah, apalagi sampai kehilangan jati diri. Kita seharusnya bisa tetap menjadi bangsa Indonesia yang dikenal selama ini.

Pendiri Maarif Institute, Buya Syafii Maarif melihat bahwa ketiadaan teladan dari pemimpin membuat kita sebagai bangsa kemudian kehilangan jati diri. Kita menjadi bangsa yang berbeda, yang cenderung menjadi kasar dalam tindakan dan ucapan.

Sekarang ini begitu mudah sepertinya kata-kata kasar itu diucapkan. Bahkan kita tidak pernah merasa bersalah untuk menyakiti sesama. Tindak kekerasan begitu mudah terjadi di sekitar kita.

Pada masa pemilihan umum seperti sekarang, kita melihat begitu marak munculnya kampanye hitam. Kampanye yang dilemparkan melalui media sosial bahkan sudah tidak berperasaan untuk menjelek-jelekkan pihak lain yang dianggap sebagai lawan.

Kalau kita mengimbau agar cara-cara seperti itu perlu segera diakhiri, karena kita membangun kebebasan bukan untuk tujuan itu. Kebebasan yang kita perjuangkan adalah untuk memperkuat kita dan membawa bangsa ini ke arah kemajuan.

Persaingan yang terjadi bukan harus saling melemahkan. Persaingan itu harus dipakai untuk memacu kita menghasilkan karya yang lebih besar. Sebab, dari persaingan yang sehatlah akan dihasilkan karya-karya yang lebih baik.

Kita sungguh mendambakan sebuah Indonesia yang damai, adil, makmur, kuat, dan sejahtera. Untuk itu maka kuncinya terletak pada manusianya. Bagaimana kita melahirkan pribadi-pribadi yang mulia. Peringatan Isra Miraj menjadi salah satu momentum untuk menghasilkan manusia-manusia yang berhati mulia.

 -metro.news/ 27 Mei 2014 

(Jco)