***

3/31/2015

Mengenang Pemimpin Bersahaja, Tuan Guru Nik Abdul Aziz







Ulama yang menguasai bahasa Arab, Inggris, Tamil, Urdu, Siam, hingga China ini telah tutup usia pada 12 Februari 2015




NIK Abdul Aziz bin Nik Mat, yang akrab dipanggil Tuan Guru, dilahirkan pada tahun 1931 di kampung Pulau Melaka, Kota Bharu Kelantan, Darul-Naim. Pendidikan awal ia dapat dari Madrasah Ittifaqiyah Jertih, Terengganu. Setelah selesai pendidikan tingkat menengah, tahun 1952 ia lanjut kuliah di Deoband Darul Ulum India, Fakultas Islamic Study, lalu ke Universitas Lahore Pakistan tahun 1957. Belum puas, ia melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir, dan meraih gelar diploma, lalu magister Syariah Islamiyah pada tahun 1962.

Ulama yang menguasai bahasa Arab, Inggris, Tamil, Urdu, Siam, hingga China ini telah tutup usia pada 12 Februari 2015. Karena itu, demi mengenang kiprah Tuan Guru sebagai politisi tulen dan ulama sejati, maka, saya kembali mengangkat kisah hidupnya. Ini adalah tulisan kedua di Tribun Timur. Tulisan pertama saya tentang beliau adalah “Jika Ulama Jadi Umara”,  (TRIBUN TIMUR. 18/01/2013).

Karena sudah banyak yang menulis kiprah Tuan Guru dalam sisi politik yang bernuansa politis, maka fokus saya mengungkap sisi keilmuan beliau yang memang saya kenal sebagai ulama. Seorang ulama memiliki beberapa kriteria, selain menjadi contoh dalam ketakwaan, ia juga harus menampakkan keilmuannya dengan mengajar dan menulis.

Semua kritaria tersebut ada pada Tuan Guru, bahkan selama menjabat sebagai pengarah partai oposisi terbesar di Malaysia, Partai Islam Semalaysia (PAS) dan juga sebagai Menteri Besar (Gubernur) Kelantan selama 20 tahun lebih, ia tetap mengajar. Bahkan halaqah ilmiah bulanannya, pada awalnya hanya dihadiri 40 jamaah, berkat kesabaran, keuletan, dan keilmuan yang dimilikinya, menjelma menjadi sebuah jamaah cukup banyak, 40 ribu lebih. Mereka datang bukan ingin mendengar ceramah politik, sebagaimana yang terjadi pada pemimpin politik, akan tetapi untuk meneguk lautan ilmu dari Tuan Guru.

Selain mengajar, Tuan Guru, sebagai ulama muktabar, sangat produktif, menulis ragam disiplin keilmuan, seperti, Tafsir, Hadis, Tasawuf, Sejarah, Fikih, Tauhid, dll. Beliau juga seorang kolumnis dalam Tabloid “Harakah Daily” yang terbit mingguan dan berfungsi sebaga corong informasi aliansi oposisi Malaysia. Tulisannya yang berjumlah ratusan episode itu telah dibukukan menjadi dua jilid, salah satunya, “Sirah Nabawiyah: Insan Teladan Sepanjang Zaman, Kuala Lumpur, 2004″, dalam kata pengantar pengarang, Tuan Guru menulis, Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk menjadi panduan bagi umatnya.

Bagaimanapun, manusia tidak memiliki kemampuan menafsirkan kandungan Al-Qur’an–jika tidak didukung dengan ilmu-ilmu tafsir. Antara tujuan mempelajari sirah Nabi Muhammad adalah agar mendapat dukungan besar untuk memahami Kitab Allah dan mengecapi ruh Al-Qur’an. Selain itu, ia menjadi media untuk mengumpulkan sebanyak mungkin sumber informasi dan pengajaran Islam, baik yang berhubungan dengan akidah, hukum syariat, atau yang berhubungan dengan akhlak yang menjadi budaya asli dalam kehidupan manusia untuk selamanya.

Tidak mungkin–lanjut Tuan Guru–kesejahteraan masyarakat akan terwujud jika tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat. Amar ma’ruf nahi mungkar semestinya dilakukan, dan semua itu tidak sempurna jika akhlak yang baik tidak terwujud.

Tuan Guru melalui Partai Islam Semalaysia berusaha menerapkan syariat Islam secara totalitas, namun sayang, karena penerapan Syariat adalah wewenang pemerintah Pusat Malaysia yang dikuasai Barisan Nasional yang beraliran nasionalis, maka syariat Islam di Kelantan, khususnya masalah jinayah (hudud), belum terlaksana.

Namun, perjuangan Tuan Guru terus berlanjut. Bahkan, dalam tulisan-tulisannya, kerap kali membesarkan hati pengikutnya dengan mengangkat kisah-kisah inspiratif. Misalnya, ketika Rasulullah dan para sahabatnya di Makkah terus-menerus dikejar, disiksa, dan dibunuh. Justru Nabi memberi semangat bahwa, suatu saat, umat Islam akan menaklukkan peradaban besar yang sedang menjadi adikuasa, Persia dan Romawi.

Padahal, secara realitas, Persia yang beragama Majusi dan penyembah api itu adalah negara raksasa yang kerap mengalahkan Romawi yang beragama Kristen dalam peperangan, begitupula sebaliknya. Sedangkan Islam, saat itu hanya memiliki beberapa pengikut yang tidak diperhitungkan, jangankan Persia dan Romawi, penduduk Makkah sekalipun.

Dan, kebenaran sabda Nabi kelak terbukti, walau harus menunggu 30 tahun setelah ia wafat. Karena itu, lanjut Tuan Guru, tantangan dan rintangan dalam berdakwah dan menegakkan syariat haruslah dilihat kecil, karena tak seberapa dibanding cobaan di zaman Nabi.

Menurut ulama zuhud ini, penaklukan Persia, selain menggunakan kekuatan taktik dan militer Islam, kekalahan Persia dipermudah dengan adanya konflik internal negara raksasa itu, berupa perebutan kekuasaan antara ayah sebagai raja dan anak sebagai putra mahkota. Sang raja mati dibunuh putranya, dan sang anak, juga mati karena perangkap racun yang telah dipasang oleh ayahnya. Kedunya mati karena rakus kekuasaan.
Tok Guru hidup sederhana walaupun mampu hidup mewah. Bahkan, menjadikan politik sebagai media menebar ilmu, hikmah

 

Di saat yang sama–tulis Tuan Guru–sebelum kematiannya, Raja Persia telah memerintahkan gubernur Yaman sebagai tanah jajahannya, agar mengirim polisi ke Madinah untuk menangkap Nabi Muhammad, menurut Raja Penyembah api itu, Nabi telah menjadi sumber masalah dan kekacauan di Yaman, rakyat banyak membangkang gara-gara tertarik dan menjadi pengikut Rasulullah.

Ketika dua polisi utusan Gubernur Yaman tiba di Madinah untuk menangkap Nabi atas perintah Raja Persia, justru Nabi memberitahu mereka berdua, bahwa tidak ada gunanya melakukan titah sang raja, sebab raja mereka sudah pun mati tepat pada hari ini.

Sekembalinya ke Yaman, dua polisi tersebut justru membawa kabar dari Nabi bahwa raja mereka di Persia telah pun mati dan tidak ada gunanya menjalankan perintahnya, kabar kematian sang raja ternyata justru datang dari Nabi, gubernur heran, lalu mereka pun berpikir untuk mengubah kayakinan dan peta politik, (Nik Abdul Aziz Nik Mat, 2004: 431-432).

Dalam hal ibadah, ketakwaan, dan zuhud, Tuan Guru adalah contoh utama ulama saat ini. Pernah, ketika ia di hotel, sahabatnya meminta agar beliau tidur di atas kasur empuk (springbad), ia malah menjawab, Saya lebih baik tidur di atas sajadah ini, agar dapat dengan mudah bangun menunaikan salat tahajjud, tidur di tempat yang empuk akan mempersusah kita bangun beribadah.

Beliau hidup dalam kesederhanaan, mengenakan baju jubah dan sorban di kepala. Rumahnya pun hanya rumah kayu kampung tidak berpagar dan tidak pula dijaga polisi atau Satpol sebagaimana kepala daerah di Indonesia. Kerap dijumpai salat dalam keadaan gelap di kantornya, sebab lampu dipadamkan karena itu milik negara, sementara salat adalah urusan pribadi. Dan uniknya, siapa pun boleh bertemu dengannya. Orang-orang India dan China di Kelantan sangat cinta pada Tuan Guru.

Hal itu terwujud karena kesederhanaan dan contoh kongkrit yang ia berikan kepada rakyat. Padahal, kalau kita mau jujur, Kelantan adalah negara bagian yang paling terbelakang pembangunannya di Malaysia, sebab pemerintah pusat tidak sudi memberi bantuan pada negari yang dipimpin Tuan Guru yang berasal dari partai opisisi. Pada tahun 2009, menurut The Malaysian Insider Tuan Guru rahimahullah ditempatkan sebagai 50 tokoh Islam paling berpengaruh di dunia dan terdaftar dalam buku, “The 50 Most Influential Muslims”.

Kisah inspiratif di atas telah menjadi contoh nyata bahwa politik tidak semestinya dianggap kotor dan bernajis. Dan dunia ini, bukanlan seonggok bangkai sebagaimana paham sebagian kaum sufi, melainkan, mazra’atul-akhirah, tempat bercocok tanam agar dipetik di akhirat kelak, dan politik adalah tanaman terbaik, karenanya dapat dijadikan sebagai investasi dakwah sebagaimana dicontohkan Tuan Guru. Beliau hidup sederhana walaupun mampu hidup mewah. Bahkan, menjadikan politik sebagai media menebar ilmu, hikmah, dan kabajikan.

Saya tutup tulisan ini dengan mengutip perkataan Tuan Guru; “Kalau kita menanam lada, 40 hari akan dapat hasil, lansung bisa dijual, menanam terung, dua-tiga bulan dapat hasilnya, tapi keuntungan tidak besar karena itu hanya proyek kecil-kecilan. Jika proyek yang lebih besar seperti menanam karet, bukan 40 hari tetapi memakan waktu tahunan. Semakin besar sebuah proyek, semakin besar untungnya.”

Begitu pula pahala yang merupakan proyek paling besar, untungnya sangat besar, jadi sesuailah dengan menunggu begitu lama, yaitu setelah kematian baru dituai hasilnya. Wallahu A’lam!

Ilham Kadir, alumni terbaik Fakultas Tafsir Arabic-Islamic College of Al-Ihsaniyah, 2005, Penang-Malaysia

-- http://www.hidayatullah.com/artikel/opini/read/2015/02/27/39567/mengenang-pemimpin-bersahaja-tuan-guru-nik-abdul-aziz-

-- Bintang Syurga : Tribute to Almarhum Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat (1931-2015) ᴴᴰ - YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=PGKK8cUAwC0

9/21/2014

Macam-Macam Kesalahan Saat Mengakses Situs

1. Error 405

HTTP Error 405 Metode tidak diperbolehkan

Pendahuluan

Protokol HTTP mendefinisikan metode untuk menunjukkan tindakan yang akan dilakukan pada server Web untuk sumber daya URL tertentu diidentifikasi oleh klien (misalnya browser Web atau robot CheckUpDown kami). Metode adalah sebagai berikut:

    PILIHAN: Cari tahu pilihan komunikasi yang tersedia untuk sumber daya URL tertentu. Memungkinkan klien untuk menentukan pilihan dan / atau persyaratan yang terkait dengan sumber daya, atau kemampuan server, tanpa tindakan tertentu yang melibatkan transfer data.
    GET: Ambil informasi yang diidentifikasi oleh URL sumber daya misalnya GET halaman Web tertentu atau gambar. Metode yang paling umum jauh.
    KEPALA: Identik dengan GET kecuali bahwa server mengembalikan informasi header saja, bukan informasi yang sebenarnya yang diidentifikasi oleh sumber daya URL. Berguna untuk mendapatkan metainformation tentang entitas tersirat oleh permintaan tanpa mentransfer badan-badan itu sendiri. Sering digunakan untuk menguji link hypertext untuk validitas, aksesibilitas, dan modifikasi terakhir.
    POST: Kirim data ke server Web seperti 1) mengirim pesan ke papan buletin, newsgroup atau mailing list, 2) menyediakan input data - biasanya dari bentuk CGI - untuk proses penanganan data, 3) menambahkan catatan langsung ke database.
    PUT: Set (tempat / mengganti) data untuk URL tertentu dengan data baru yang disampaikan oleh klien. Misalnya, meng-upload sebuah halaman web baru ke server.
    DELETE: Hapus data yang terkait dengan sumber daya URL. Misalnya, menghapus halaman Web.
    TRACE: Jalankan remote, aplikasi-lapisan lingkaran-belakang pesan permintaan. Efektif 'ping' yang menguji data yang apa Web server menerima dari klien.
    CONNECT: Cipta digunakan dengan tunneling (misalnya SSL) melalui server proxy. Metode ini didefinisikan hanya untuk HTTP versi 1.1, bukan versi sebelumnya 1.0.

Semua server web dapat dikonfigurasi untuk membolehkan atau melarang metode apapun. Sebagai contoh jika server Web adalah 'read-only' (tidak ada klien dapat memodifikasi sumber URL pada server Web), maka bisa dibentuk untuk melarang PUT dan DELETE metode. Demikian pula jika tidak ada input pengguna (semua halaman web yang statis), maka metode POST bisa dianulir. Jadi 405 kesalahan dapat muncul karena server Web tidak dikonfigurasi untuk mengambil data dari klien sama sekali. Mereka juga bisa muncul jika klien tidak memiliki kewenangan yang cukup untuk sumber daya URL tertentu diidentifikasi pada permintaan. (Diperbaharui: Maret 2012).

Memperbaiki kesalahan 405 - general

405 kesalahan sering muncul dengan metode POST. Anda mungkin akan mencoba untuk memperkenalkan beberapa jenis bentuk masukan di situs Web, tetapi tidak semua ISP memungkinkan metode POST diperlukan untuk memproses formulir.

Semua 405 kesalahan dapat ditelusuri ke konfigurasi server Web dan keamanan yang mengatur akses ke konten dari situs web, sehingga harus mudah dijelaskan oleh ISP Anda.

Memperbaiki kesalahan 405 - CheckUpDown

Kami layanan memonitor situs Anda untuk kesalahan HTTP seperti 405. Kesalahan ini harus hanya pernah terjadi pada akun CheckUpDown Anda. Jika tidak, itu biasanya menunjukkan pemrograman yang rusak dari sistem kami atau dari server web yang mengelola situs. Kami menggunakan metode GET saja, yang semua server Web harus memungkinkan (jika tak seorang pun pernah akan dapat melihat situs Web).

Silahkan hubungi kami (email lebih disukai) setiap kali Anda temui 405 kesalahan - tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk menyortir mereka. Kami kemudian harus bekerja sama dengan ISP dan vendor perangkat lunak server Web untuk menyetujui alasan yang sebenarnya untuk kesalahan.

405 kesalahan dalam siklus HTTP

Setiap klien (misalnya browser Web atau robot CheckUpDown kami) berjalan melalui siklus berikut saat berkomunikasi dengan server Web:
(1) Mendapatkan alamat IP dari nama IP dari situs (URL situs tanpa awalan 'http: //'). Lookup ini (konversi nama IP ke alamat IP) disediakan oleh server nama domain (DNSS).
(2) Buka koneksi socket IP ke alamat IP.
(3) Menulis HTTP aliran data melalui socket.
(4) Menerima aliran data HTTP kembali dari server Web di respon. Aliran data ini berisi kode status yang nilainya ditentukan oleh protokol HTTP. Mengurai ini aliran data untuk kode status dan informasi berguna lainnya.

Kesalahan ini terjadi di langkah terakhir di atas ketika klien menerima kode status HTTP yang mengakui sebagai '405'.

Inglês 中文 Español Portuguese Deutsch Italiano Français

Perusahaan kami juga memiliki situs-situs Web lain:

Sederhana panduan untuk software escrow .

Benar-benar sederhana kami panduan untuk web hosting (mendapatkan situs web Anda dan alamat email di Internet menggunakan nama domain Anda sendiri).

Mengkonversi teks ke file gambar (GIF, JPG, PNG dll) Gratis untuk digunakan.

Tips jika Anda ingin membeli nama domain Internet yang berharga .

Perangkat lunak komputer dan konsultasi untuk Microsoft Windows dan IBM AS / 400 platform. Utilitas dan aplikasi perangkat lunak yang ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman - khususnya Jawa. Banyak persembahan perangkat lunak bebas.

Kami perusahaan tingkat atas situs.