***

6/04/2016

Kiat Menghadapi Kelangkaan Elpiji 3 kg

Entah kenapa situasinya selalu sama; tiap menjelang puasa atau hari raya benda ini tiba-tiba menjadi langka. Namun sy tak mau membahasnya disini, mungkin ditempat lain agan-agan dapat menemukan penjelasannya. Sebenarnya sy sendiri tidak terlalu terkena dampaknya karena sudah punya trik dari setahun yang lalu. Postingan ini dilatari karena kemarin saya sampai 2 hari nyari benda ini buat kakak saya gk dapat juga. alhasil baru di hari ke-3 dapet itupun setelah menyimpan dulu uang di penjual.

Berikut kiat saya ceritakan tadi :

1. beli gas 12 kg. Meski lebih mahal, tp benda ini lebih mudah didapat dari pada ‘Si Melon’ yang seringkali jadi bahan permainan para penimbun, bandar, dsb. Mungkin karena ukurannya lebih besar, jadi gk bisa diumpetin di bawah jok mobil kali,ya.. :)

2. optimalkan penggunaan listrik. Menanak/ mempepes bisa lewat magicjar, air panas bisa lewat dispenser/teko listrik. giliran goreng-menggoreng barulah pakai gas.

3. kompor minyak tanah. Meski jarang ditemui, ini bisa dijadikan ‘pemain cadangan’ disaat lebaran datang.

4. kompor kayu. Bisa bikin sendiri dengan kaleng bekas khong guan, atau beli di pasar sekalian kayunya.. itu yang sering dipakai untuk membuat Surabi/ bandros asin, dsb. Dengan konsep pemakaian arang, cocok untuk dipakai menghangatkan opor/sayur kuah. Berhubung ini bisa membuat hitam wajan kita, ada baiknya kita memiliki wajan khusus untuk kompor ini.Tambah, untuk awal pintu dapur di buka dulu,karena asap dari arang tidak langsung hilang.


NB :
Nemu trik di yahoo answer, tapi belum sy coba, ini : beli kompor gas pompa yg biasa dipergunakan oleh tukang pecel lele yg menggunakan bahan bakar minyak tanah.. masukkan parutan singkong sebanyak 2 kg ke dalam tabung minyaknya. kemudian masukkan ragi tape sebanyak 3 bh. tutup rapat & biarkan selama 3 hari.
setelah 3 hari, coba buka kran gas pelan-pelan jika berbunyi, fermentasi berhasil.. jika tidak, tutup rapat kembali krannya.
jika fermentasi berhasil, lakukan percobaan menyulut kompor dengan kran dibuka sedikit demi sedikit sampai tekanan gas/besaran api sesuai kebutuhan. selamat mencoba...
catatan, jika gas habis periksa parutan singkong tadi dengan cara menyelupkan lidi ke dalam tabung, jika masih basah, tambahkan lagi ragi tape ke dalamnya dan lakukan cara seperti di atas.
banyak cara lain untuk membuat energi baru terbarukan.. sy memberi cara seperti ini karena menganggap lebih mudah & bahan baku mudah didapat

Demikian, semoga bermanfaat.

2/06/2016

B.T.O (Better Than Original)

Terkadang ada beberapa lagu yang ketika dinyanyikan oleh seorang artis ia terasa biasa atau bagus secara lazim karena dinyanyikan oleh seorang terkenal, namun ketika dicover (dinyanyikan ulang oleh seseorang lewat media sosial / ajang kompetisi) malah terasa lebih bagus dari penyanyi aslinya;seolah-olah lagu tersebut dipersiapkan untuknya. Hal ini bisa disebabkan oleh 2 hal :

1. Sang penyanyi asal adalah orang pertama, sehingga ia tak merasa terbebani; mau dibawakan dengan cara apa juga terserah dia, dia yang merancang, dia paham ilmunya. Sedang sang coveris, karena ia orang kedua/ lebih, ia selalu tertuntut untuk menyanyikannya dengan persis agar tak dibilang malu-maluin. Tadinya cm asal mirip, eh ternyata melebihi..:)

2. Tidak semua artis mampu cocok dalam setiap lagu meski itu ciptaannya sendiri. Beberapa orang punya karakter vokal alami yang sesuai dalam membawakan lagu tertentu.

Berikut deretan lagu BTO pilihan saya (urutan hanya penomoran semata, soal ranking silahkan nilai sendiri ) :


1. Fatimah AzZahra, 20, Indonesia; Blue Bird Ost Naruto_Ikomono Gakari.

 





2. Fabiƫne Bergmans,13, Belanda; The A Team_Ed Sheeran.



3. Ayoub Maach, 13, Maroko; Jar of Hearts_Christina Perri.



4. Katrina, 12, Philipina; I Have Nothing_Whitney Houston.





Testimoni dari juri : https://youtu.be/k91Jvi9TYr8


5. Stephanie Habets,12; Ragamuffin_Selah Sue.

Edisi youtubenya sudah tak ada karena terkait klaim hak cipta untung saya masih simpan videonya :), nih ;
https://drive.google.com/file/d/0BxDHPy_x2yZYcWVkc3BVZTBKZ1E/view?usp=sharing




6. Cas,14, Belanda; Mirrors_Justin Timberlake.




7. Redouan,13, Aljazair; Nobody's Perfect_Jessie J



8. Connie Talbot, 14, Inggris; Writings on the wall_Sam Smith



9. Nuratikah Nabilah Thane, 10,Brunei Drslm; Sepasang Sayap_Ning Baizura




5/30/2015

Mengapa Batas Usia Memiliki SIM Harus 17 Tahun?

Kaum remaja tergolong rentan terhadap kecelakaan saat berkendara. Seperti dilansir oleh Satuan Lalu lintas Polres Cimahi, dalam program yang dijalankannya melalui kampanye "Berbagi Pengetahuan Keselamatan Lalu Lintas” yang mengingatkan bahwa remaja yang belum berusia17 tahun atau belum diperbolehkan memiliki surat izin mengemudi (SIM), tidak boleh mengendarai mobil atau motor sendiri. Mengemudikan sendiri ke sekolah atau kepentingan lainnya, selain untuk alasan kepraktisan dan mobilitas, juga seringkali dijadikan sebagai suatu kebanggaan bagi para remaja. Namun, harus diingat tentang aturan tersebut yang menegaskan kaum remaja yang belum boleh mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya. 

Soal larangan tersebut juga tertulis dalam Pasal 77 ayat (1)Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyatakan, ”Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki surat izin mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan”. Kemudian Pasal 81 ayat (2) juga tertulis bahwa persyaratan usia pemohon SIM A, C, dan D adalah 17 tahun, sedangkan untuk SIM B-I ada1ah 20 tahun, dan usia 22 tahun untuk SIM B-II. Tentu disertai berprilaku tertib dan atau mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan lalu lintas atau yang dapat menimbulkan kerusakan jalan.

Merujuk pada UU Lalu Lintas usia 17 tahun sebagai batas usia minimal untuk mengemudikan kendaraan, tentu bukan tanpa alasan yang kuat. Menurut neuropsikolog, Elizabeth Sowell, seperti dirilis kembali oleh Satlanta Polres Cimahi, pada remaja dibawah 17 tahun, bagian otak yang disebut  lobus frontal belum tumbuh secara sempurna.

Lobus frontal ini adalah bagian otak yang mengatur perencanaan, pengorganisasian, dan antisipasi. Hal tersebut berarti, kemampuan melakukan hal-hal yang dimaksud masih lemah. Padahal, untuk dapat berkendaraan dengan aman di jalan raya, kemampuan yang diatur oleh lobus frontal sudah harus berfungsi secara maksimal. Dengan demikian, menyadarkan diri tentang konsekuensi buruk yang dapat dihadapi. 

(Didih Hudaya)***

 


Pikiran Rakyat-Kolom Otomotif-29/5/2015