***

5/17/2020

HIKMAH CORONA 2 - Ditutupnya Mesjid

Beberapa mesjid terpaksa di tutup demi mengikuti anjuran pemerintah terkait ibadah di zona merah. Banyak yang merasa tidak nyaman dengan hal ini meski sebenarnya ada beberapa hikmah yang kita petik . secara kasat mata mesjid itu ditutup , namaun secara hakikat ia malah semakin terbuka karena hal-hal sebagai berikut ;


  1. Orang-orang mulai kembali belajar ibadah dengan serius karena beberapa suami ternyata masih awam dalam hal tsb, sedang ia tiba-tiba diangkat menjadi imam sehari-hari
  2. Mereka pun mulai kembali belajar tentang agama dengan serius mengingat  beratnya kesulitan yang mereka hadapi, dan ternyata jiwa mereka begitu rapuh  tanpa tuntunan ilahi
  3. Mereka juga berlomba-lomba membuat konten agama,baik nasehat, tips, tutorial, dsb yang tanpa terasa itu telah menjadikan rumah serasa mesjid/ memasukan suasana mesjid kedalam rumah
  4. Menguji keilmuan para takmir mesjid dimana terlihat mana yang benar-benar berilmu dalam menyikapi suatu fatwa dan mana yang tidak
  5. Merasakan pengalaman ibadah di masa Nabi Saw, khususnya di masa paceklik awal kaum muslimin tumbuh di mekah. Dimana mereka terisolir , ibadah sendiri-sendiri/ sembunyi-sembunyi. dalam suasana terancam maupun kelaparan.
  6. Begitu pun ketika di medinah, kita merasakan ketika shalat tarawih tidak ada kecuali 3 hari yang dicontohkan Nabi. Hal ini jika dibarengi dengan mempelajari sejarah / sirah nabawiyyah maka akan terasa relevan dan penuh penghayatan. Subhanallah.
  7. Terkait dengan bulan puasa yang kita hadapi, maka inilah mungkin sebenar-benarnya yang kita alami sepanjang hidup. dimana kita benar-benar menghayati kesulitan oranglain karena kita juga mengalaminya sendiri. Ibadah puasa yang selama ini hanya sekedar ritual.. taat sesaat, habis itu kembali maksiat.. akan menjadi bekal spiritual untuk 11 bulan setelah ramadhan. Akan membudaya puasa 6 hari dibulan syawal, puasa senin-kamis, ayyamul bidh, bahkan mungkin puasa daud, wirid-wirid, tilawah al quran, kajian-kajian online, dsb. 
  8. Terkait kehidupan bermasyarakat dan bernegara, kita pun makin terasa berani kritis terhadap keadaan, tak sekedar apatis dan spekulan. Betapa negara ini tak cukup kita serahkan kepada para pemangku jabatan, tapi kita perlu aktif melakukan pengawasan bahkan tak segan memberi solusi dan bantuan. 

  • Mungkin masih banyak hikmah lain yang bisa kita gali, namun saya cukupkan sampai disini saja sebagai sebuah motivasi pengantar. Semoga bermanfaat.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar